Kamis, 13 November 2008










All photos by : Nagi Oka



AND THE WINNER IS....


MALAM puncak Apresiasi Musik Bali 2008 berlalu sudah. Bertempat di Grand Mutiara Ballroom, Hotel Nikki, Denpasar, Jumat 7 November 2008 lalu acara ini digelar untuk pertama kalinya. Mendung tebal yang sempat menggelayut di langit kota Denpasar sejak menjelang sore, sempat membuat waswas kalau hujan bakal turun dan itu pertanda bakal banyak yang tidak bisa datang karena terhalang hujan. Sekalipun acara digelar di ruangan tertutup, masih banyak yang tidak rela berbasah-basahan menuju tempat acara tentunya ….

Dalam undangan memang dicantumkan kalau acara mulai pk. 19.00 wita, walau sejatinya di rundown acara sejak awal sudah diatur kalau acara baru benar-benar berlangsung pk. 19.30 wita. Toh masih banyak juga yang “ngaret” dengan berbagai macam argumentasi. Whatever…. yang jelas panitia mencoba untuk “on time”. Dan pk. 19.33 wita – setelah dua undangan khusus, Walikota Denpasar IB Rai Mantra dan Kadis Kebudayaan Bali, Drs. Nyoman Nikanaya bergabung dengan undangan lainnya –, acara pun dibuka dengan modern dance yang diiringi lagu berbahasa Bali “Made Cerik” (nyanyian Ikoyak).Dipandu duet MC Agung Wirasutha dan Ayu Laksmi, tak perlu banyak basa-basi.

Item demi item acara terus digeber… Dari 800 kursi yang disediakan, tak kurang dari 700 terisi oleh kalangan musisi indie dan lagu pop Bali, juga penikmat musik dan undangan lainnya. Sebanyak 18 penghargaan Gita Utama Nugraha dibagikan…. Layaknya sebuah acara serupa, tiap kali nominasi diumumkan melalui layar lebar, tepuk tangan dan sorak dari para pendukung atau yang memberi salut dan apresiasi memenuhi ruangan.

Selama 2,5 jam acara berlangsung, dimeriahkan penampilan sejumlah penyanyi Bali dan band indie — Trio Kirani, Di Ubud, Manik, Nanoe, XXX, The Wheels, Discotion Pill, Rockavatar –, juga menampilkan beberapa penyanyi dan musisi lain sebagai pembaca nama pemenang — Giri dan Cuplis (Tol Band Tol), Mang Gita & Putri “Gecko”, Sary “Nymphea” dan Gigox “Parau”, Robi dan Dankie “Navicula”, trio Jerinx, Eka, Bobby (SID), Margi dan Dian AFI, Ayu Saraswati & Eka Jaya –. And the winner is…..
Artis Pop Bali Favorit / Populer
1. Nanoe
2. Anantasika
3. Di Ubud
4. Trio Januadi
5. Tisna
6. XXX
7. 4 WD

Album Musik Indie Terbaik
1. Amphetamine – Discotion Pill
2. Malaikatmu – Nymphea
3. Rocker Kecil – The Wheels
4. Mimpi Tak Bertepi – Animo
5. Lagu Kita Orang Indonesia – Ed Eddy
Album Lagu Pop Bali Terbaik
1. Karya Agung – Ray Peni
2. Sangut Delem – XXX
3. Ke Lain Body – Tisna
4. Broken Made – Di Ubud
5. Truna Kampungan – Ary Kencana
6. Raos Kutang-kutang – Manik
Artis Indie Favorit / Populer
1. Nymphea
2. Discotion Pill
3. Painful By Kisses
4. Airplane
5. Puspa
6. Animo
7. De Buntu
Artis Musik Indie Terbaik
1. Nymphea
2. Discotion Pill
3. Painful By Kisses
4. Animo
5. The Wheels
Band Lagu Bali Terbaik
1. Boy & Bandit
2. Be Band
3. 4 WD
4. Di Ubud
5. [XXX]
Duo-Trio Pop Bali Terbaik
1. Trio Maniez
2. Trio Kirani
3. Trio Januadi
4. Duo Dewi
5. Tisna-Dian
Lagu Indie Favorit / Populer :
1. Duel Maut - De Buntu
2. Kecewa - Discotion Pill
3. Malaikatmu - Nymphea
4. Sempurna - Airplane
5. Sesal yang Tersisa - Painful By Kisses
6. Kronologi Pistol dan Amunisi - Ed Eddy & Residivis
Penghargaan Khusus
1. Abiyoga “Reaching The Stars”
2. Puspa “Someday”
3. Anantasika “Dados Penganten”
Penyanyi Pop Bali Terbaik (Wanita)
1. Agustin
2. Dewi Pradewi
3. Ayu Meta
4. Tisna
Lagu Indie Terbaik
1. Dewiku - Animo
2. Mimpi Tak Bertepi - Animo
3. Passion - Puspa
4. Malaikatmu - Nymphea
5. Habis – band_indonesia
6. Kronologi Pistol dan Amunisi – Ed Eddy
Lagu Pop Bali Favorit
1. Ceca Juga Manusa - Nanoe
2. Pianak Pak Komang – Trio Januadi
3. Truna Kampungan – Ary Kencana
4. 100% BTA - XXX
5. Bulan Bintang – Di Ubud
6. No Money No Honey – 4 WD
7. Ratu Sejagat – Trio Kirani
Penyanyi pop Bali Terbaik (pria)
1. Yasa Sega
2. Yan Ferry
3. Ary Kencana
4. Manik
5. Nanoe
6. Ray Peni
Sampul Album Terbaik
1. Sikite “Mabucu Telu”
2. Painful By Kisses “The Curse Of…”
3. Manik “Raos Kutang-kutang”
4. The Wheels “Rocker Kecil”
5. Nymphea “Malaikatmu”
6. Di Ubud “Broken Made”
Video Klip Musik Indie Terbaik
1. Dewiku - Animo
2. Sesal yang Tersisa - Painful By Kisses
3. Malaikatmu - Nymphea
4. Duel Maut - De Buntu
5. Kronologi Pisto dan Amunisi - Ed Eddy & Residivis

Video Klip Musik Pop Bali Terbaik
1. Sangut Delem - XXX
2. Depang Bintang Nyautin - Dewi Pradewi
3. Ke Lain Body - Tisna
4. Luh mai Luh _ 4 WD
5. Anak Kos - Nanoe
6. Raos Kutang-kutang - Manik
Penata Musik Lagu Pop Bali Terbaik
1. Tu Krisna – Album “Broken Made” (Di Ubud)
2. Sila – Album “Ke Lain Body” (Tisna)
3. Eko Wicaksono – Album “raos Kutang-kutang” (Manik)
4. Dek Artha – Album “Ratu Sejagat” (Trio Kirani)
5. Dek Artha – Album “Cicing Kesanga” (Yasa Sega)
6. Dewa Marhen – Lagu “Depang Bintang Nyautin” (Dewi Pradewi)
Lagu Pop Bali Terbaik
1. Anak Kost – Nanoe
2. Merasa Tresna Pedidi – Di Ubud
3. Raos Kutang-kutang – Manik
4. Saniscara Kelara-lara – Anantasika
5. Gedenan Keneh – Yasa Sega

Minggu, 12 Oktober 2008

Invitation Has Available Now....

MAU menyaksikan langsung acara malam penganugerahan penghargaan Gita Utama untuk musisi indie dan lagu pop Bali? Jangan lewatkan kesempatan pertama ini. Undangan untuk puncak Malam Apresiasi Musik Bali 2008 kini sudah mulai tersedia. Jumlah undangan disediakan agak terbatas, dan mulai didistribusikan sejak awal minggu ini. Informasi untuk undangan bisa menghubungi 0361 - 7836699 (BM2), 0361 - 3319333 (Bpk. Tut Warna), 08123662851 (Ibu Sriani) atau LPM Farabi, Jl. Hayam Wuruk, Denpasar.

Malam Apresiasi Musik Bali digelar unttuk pertama kalinya tahun ini. Acara yang masih 3rd Anniversary Bali Music Magazine ini akan digelar di Grand Mutiara Ballroom, Hotel Nikki, Denpasar, 7 November 2008, mulai pukul 19.00 Wita. Acara akan dihadiri ratusan undangan dari kalangan musisi dan penyanyi di Bali -- baik dari kalangan musik pop Bali maupun musik indie -- juga pelaku dunia hiburan serta penikmat musik. Selain menyerahkan penghargaan ke dalam tiga kategori utama dengan total 12 penghargaan, acara juga akan dimeriahkan penampilan sejumlah penyanyi dan grup band seperti Nanoe Biroe, XXX, Di Ubud, Discotion Pill, The Wheels, Manik, Trio Kirani, dan Rockavatar (new project Lanang, Doni, dan Denny, personel Lolot).

Untuk penyelenggaraan yang pertama, Malam Apresiasi Musik Bali 2008 membagi sejumlah penghargaan ke dalam tiga kategori, meliputi :

Kategori Musik Indie :
1. Artis Indie terpopuler
2. Lagu Indie terpopuler
3. Artis Indie terbaik
4. Lagu Indie terbaik
5. Album Indie terbaik
6. Video klip musik Indie terbaik

Kategori Musik Pop Bali :
1. Artis pop Bali terpopuler
2. Lagu terpopuler
3. Band terbaik
4. Penyanyi pria terbaik
5. Penyanyi wanita terbaik
6. Duet/trio/grup vokal terbaik
7. Album Terbaik
8. Penata musik terbaik
9. Video klip musik pop Bali terbaik

Kategori Umum :
1. Sampul album terbaik
2. Penghargaan khusus (bisa diberikan untuk penyanyi/band/karya rekaman yang punya keistimewaan tersendiri, bisa juga diberikan kepada most talented rising star)

Tentang Apresiasi Musik Bali
Dalam kurun sepuluh tahun terakhir, perkembangan musik di Bali terbilang sangat pesat. Untuk urusan band misalnya, begitu banyak bermunculan grup band yang potensial. Ini kemudian diikuti maraknya ajang kompetisi atau festival band yang kian merangsang bermunculannya bakat musisi baru. Apalagi kemudian musisi Bali mulai mendapat pengakuan secara luas tak hanya di daerah, namun juga tingkat nasional seperti diterimanya SID, The Hydant, dan Navicula untuk rekaman nasional, atau Lolot dan Pandawa yang masuk unggulan SCTV Music Awards.

Studio musik juga kian banyak bermunculan, hingga terasa perkembangan musik di Bali menunjukkan tanda menggembirakan. Begitu pula untuk lagu pop Bali, dalam dasawarsa terakhir mengalami kemajuan sangat pesat. Jumlah rekaman lagu pop Bali meningkat tajam, jumlah penyanyi dan grup band yang membawakan lagu pop Bali juga terus bertambah.

Melihat perkembangan musik di Bali, sebagai satu bentuk apresiasi sekaligus memacu kreativitas musisi di Bali, kami dari Bali Music Magazine (BM2) menggelar Malam Apresiasi Musik Bali 2008. Semoga bisa memberi arti bagi perjalanan rekan-rekan musisi dan penyanyi di Bali, mulai dari musik indie sampai lagu pop Bali. Ini baru satu langkah kecil sebagai sebuah awal.

Apa Kata Mereka

Agung Wirasutha
Ini satu ide yang bagus, semoga bisa menyegarkan kembali atau setidaknya menjadi “penghibur” setidaknya di tengah kejenuhan juga lesunya semangat musisi Bali belakangan ini. Siapa tahu setelah ini musisi dan penyanyi di Bali makin semangat dalam berkarya.

Deddy “The Wheels”
Ini suatu langkah yang sangat positif bagi satu media musik lokal yang memberikan kontribusinya bagi perkembangan dan penghargaan kepada musik lokal itu sendiri. Di samping itu momennya juga pas banget karena potensi musisi lokal Bali saat ini boleh dibilang sudah tidak kalah dengan musisi nasional.

Rah Tut “XXX”
Kami mendukung sepenuhnya, 100% BTA, he he he… kami harap konsepnya dibuat lebih bagus dan bisa diterima semua kalangan atau musisi. Kami yakin dengan even seperti ini pasti ada gregetnya untuk perkembangan musik di Bali.


Manik
Ini satu hal yang bagus dan menjadi baru untuk musik indie. Mudah-mudahan persiapan dan acaranya bisa dikemas dengan lebih baik dan profesional, sehingga kami sebagai seniman musik betul-betul merasa dihargai bukan hanya disimbolkan dengan piagam saja, tetapi betul-betul diperlakukan sebagaimana mestinya. Tidak hanya heboh dan menggema di media saja, namun harus tetap profesional pada penyelenggaraannya.

Album Indie dan Lagu Bali

DALAM rentang waktu setahun terakhir, kisaran September 2007 hingga September 2008, jumlah rekaman yang dirilis di Bali terhitung cukup banyak juga. Dari komunitas musik indie misalnya, dari catatan BM2, tak kurang dari 20 album yang dirilis baik dalam bentuk pita kaset maupun CD audio. Sementara dari blantika lagu pop Bali, meskipun jumlahnya tidak banyak sekali, namun mencapai angka hampir 30 album juga. Album rekaman yang sudah beredar inilah nantinya akan terangkum pada Malam Apresiasi Musik Bali 2008 mendatang.

Tentunya ada banyak faktor atau hal yang dipertimbangkan untuk menentukan siapa yang masuk unggulan atau akan meraih penghargaan nantinya. Selain kreativitas dalam berkarya, kualitas baik secara personel penyanyi dan musisi, penggarapan dan hasil rekaman, tentunya respon publik penikmat musik juga menjadi pertimbangan tersendiri. Berikut adalah rekaman yang tercatat di redaksi BM2 untuk periode September 2007 hingga September 2008.

Kategori Musik Indie
1. Abiyoga “Reaching The Stars”
2. Airplane “Airplane”
3. Animo “Mimpi Tak Bertepi”
4. Bali Guitar Club “1st Anniversary Album”
5. band_indonesia “Mencoba Berlari dari Kisah Sedih”
6. BOS “Keep On Spirit”
7. De Buntu “Funthemental”
8. Discotion Pills “Amphetamine”
9. DK 01 “Tersenyumlah”
10. Ed Eddy “Lagu Kita Orang Indonesia”
11. Gunnar & Delicat’s “Life Is Jo Jo”
12. Natoena
13. Normal “Sehati untuk Satu Cinta”
14. Painful By Kisses “The Curse Of….”
15. Pair A Dice “Heaven and Hell On Earth”
16. Puspa “Someday”
17. The Dissland “Bebaskan Saja”
18. The Last One “Guard Of Hell”
19. The Wheels “Rocker Kecil”

Kategori Musik Pop Bali
1. 4 WD “No Money No Honey”
2. Anantasika “Dados Penganten”
3. Ary Kencana “Truna Kampungan”
4. Be Band “Eling”
5. Bellut “Kangen di Kapal Pesiar”
6. Boy & Bandit “Perjaka Kasmaran”
7. Di Ubud “Broken Made”
8. Duo Dewi
9. Eka Jaya “Ada Sing Ada”
10. G Brush “Drama Kasmaran”
11. Grejag “Luber”
12. Jaya Pangus “Puputan Renon”
13. Manik “Raos Kutang-kutang”
14. Mantra Satya “MGGB”
15. Mavera “Tusing Brutal”
16. Ngurah Gita “De Ngambul”
17. Nicky Aditya “Mak Comblang”
18. Ray Peni “Karya Agung”
19. Sanghyang Band “Neraka Hidup”
20. Sikite “Mabucu Telu”
21. Tisna “Ke Lain Body”
22. Trimurti “Pasir Putih”
23. Trio Januadi “Pianak Pak Komang”
24. Trio Kirani “Ratu Sejagat”
25. Trio Maniez “1,2,”3
26. XXX “Sangut Delem”
27. Yan Ferry “Poligami”
28. Yasa Sega “Cicing Kesanga”

* Bagi penyanyi atau musisi yang merilis album pada periode September 2007-September 2008 namun belum tercantum, bisa menghubungi redaksi BM2

Live Performance

SELAIN mengumumkan dan menyerahkan penghargaan bagi musisi dan penyanyi terpilih tahun ini, puncak acara Malam Apresiasi Musik Bali juga akan dimeriahkan dengan life performance dari sejumlah potensi musik di pulau dewata. Beberapa nama yang akan mempersembahkan penampilan terbaik mereka :

  • MANIK
  • TRIO KIRANI
  • NANOE
  • XXX
  • DI UBUD
  • DISCOTION PILL
  • THE WHEELS
  • ROCKAVATAR

Penghargaan

UNTUK penyelenggaraan yang pertama, Malam Apresiasi Musik Bali 2008 membagi sejumlah penghargaan ke dalam tiga kategori, meliputi :

Kategori Umum :
1. Life achievement Award (untuk seniman musik Bali)
2. Sampul album terbaik

3. Penyanyi/musisi berbakat (the rising star)

Kategori Musik Indie :
1. Artis Indie terpopuler
2. Lagu Indie terpopuler
3. Band Indie terbaik
4. Lagu Indie terbaik
5. Album Indie terbaik

6. Video klip musik Indie terbaik

Kategori Musik Pop Bali :
1. Artis pop Bali terpopuler
2. Lagu Terpopuler
3. Band terbaik
4. Penyanyi pria terbaik
5. Penyanyi Wanita terbaik
6. Duet/trio/grup vokal terbaik
7. Album Terbaik

8. Penata musik terbaik
9. Video klip musik pop Bali terbaik

Widi Widiana Takkan Tinggalkan Lagu Bali



MENELUSURI perkembangan lagu pop Bali, sulit rasanya lepas dari nama Widi Widiana. Bagaimanapun, penyanyi asal Kuta ini pernah memberi warna tersendiri dan memunculkan semacam trend baru lagu pop berbahasa Bali dengan sentuhan nuansa musik mandarin. Sebut misalnya “Sesapi Putih” yang melejitkan namanya sebagai bintang di pertengahan 90-an. Hingga awal 2000-an, sebelum trend grup band dengan musik rock berbahasa Bali muncul, popularitas Widi Widiana belum tertandingi. Tak heran ketika Widi Widiana lama tidak muncul setelah terakhir melepas “”, banyak yang bertanya-tanya, ke mana gerangan pelantun “Janji Bulan November” ini?

Saat dihubungi BM2, Widi Widiana langsung merespons pertanyaan penggemarnya itu. “Saya nggak kemana-mana. Memang sih ada kegiatan, usaha kecil-kecilan, tetapi bukan berarti saya banting stir, tidak menyanyi lagi,” ujarnya.

Widi mengakui, belakangan intensitas pemunculannya di hadapan publik memang sangat jarang. Sesungguhnya ini bisa dimaklumi, karena secara menyeluruh pentas musik atau lagu Bali juga tidak seramai dulu. Selain itu lesunya peredaran rekaman berbahasa Bali turut berpengaruh. Ia pun menampik anggapan kalau ada kesan menyerah, lalu memutuskan untuk berhenti atau meninggalkan lagu pop Bali. “Sedikit pun tidak ada rasa menyerah atau keinginan untuk meninggalkan lagu Bali. Ketika kondisi memang tidak sebagus awal 2000 saat lagu Bali sedang booming, saya Cuma memutuskan untuk mengambil jeda saja, sambil mempersiapkan apa yang harus saya lakukan ke depan,” jelasnya.

Keyakinan Widi untuk tidak menyerah dan percaya masih bisa berbuat sesuatu untuk lagu pop Bali tentunya bukan keyakinan dalam diri sendiri saja. Tak jarang saat pergi ke manapun, banyak yang bertanya-tanya, kapan ia akan muncul lagi. Pun, masih banyak yang menyatakan rindu atau kangen mendengar lagu-lagu Widi Widiana yang lama. Hal inilah yang kian menguatkan tekadnya untuk tetap bertahan.

“Memang cukup lama saya belum merilis album baru. Sesungguhnya materi sudah ada, bahkan sudah selesai digarap 100 persen. Sekarang tinggal menunggu saat yang tepat untuk muncul lagi. Segala sesuatunya tentu perlu dipersiapkan, agar jangan sampai saat muncul lagi, tidak ada kesan atau sesuatu yang istimewa,” ujarnya.

Untuk penggarapan album barunya, Widi Widiana mengaku santai-sangai saja, tidak ada beban, tidak dikejar target kapan harus kelar atau dirilis. “Pastilah lihat situasi dulu, mengingat pasaran tidak sebagus yang dulu. Jadi tidak usah nekad atau asal bikin… Ya, semoga saja apa yang akan saya keluarkan nanti bisa mengobati kerinduan penggemar di seluruh Bali,” demikian Widi yang mengaku ada pemikiran untuk satu saat menggelar semacam konser nostalgia dengan menyanyikan lagu-lagu lamanya yang pernah menjadi hits.